Wah, BlackBerry Ternyata ‘Made in Indonesia’

https://i1.wp.com/images.detik.com/content/2013/07/12/317/blackberryrourrydetikinet460.jpg

Jakarta – BlackBerry yang digunakan oleh puluhan juta penggunanya di seluruh dunia, ternyata tak akan bisa hidup jika tidak ditunjang oleh komponen yang dibuat orang Indonesia. Apa itu?

Baterai. Ya, komponen utama itu ternyata ‘made in Indonesia’. Namun bukan hanya itu, baterai hanya salah satunya saja, karena menurut Yolanda Nainggolan, PR Manager BlackBerry Indonesia, masih banyak komponen lain yang juga diproduksi di negeri ini.

“Selain baterai, komponen yang juga diproduksi di Indonesia antara lain seperti pengubah zona waktu, motor untuk notifikasi getaran, serta headphone,” ungkapnya dalam perbincangan dengan detikINET, Jumat (12/7/2013).

Jelas, ini membuat Yolanda bangga. Sebab, komponen buatan Indonesia tak hanya digunakan untuk perangkat BlackBerry terbaru saja seperti Z10, Q10, Q5, dan tiga handset BlackBerry 10 lainnya, namun juga digunakan oleh perangkat keluaran sebelumnya. “Ada di semua perangkat,” kata dia.

BlackBerry sendiri memiliki sekitar 80 juta pelanggan di seluruh dunia, dimana 15 juta di antaranya datang dari Indonesia. Dalam laporan keuangan terakhir, BlackBerry mendistribusikan 6,8 juta unit smartphone dalam tiga bulan terakhir.

Pengiriman handset yang ditopang komponen ‘made in Indonesia’ ini turut memberikan kontribusi revenue USD 3,1 miliar atau naik 15% dibandingkan kuartal lalu yang tercatat USD 2,7 juta atau naik 9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Rincian pendapatan BlackBerry untuk kuartal terakhir ini adalah 71% dari penjualan handset, 26% dari services, dan 3% dari aplikasi perangkat lunak dan pendapatan lainnya.

“Indonesia adalah pasar yang penting bagi BlackBerry. Kami berkomitmen untuk selalu mengembangkan dan meningkatkan pasar kami di Indonesia,” kata Yolanda.

Selain memberdayakan penggunaan komponen lokal, prinsipal handset dan penyedia jaringan end-to-end asal Kanada ini juga mendukung para developer lokal agar lebih banyak konten aplikasi dalam negeri di BlackBerry World.

Meski belum bisa memenuhi keinginan pemerintah untuk menyediakan server lokal di Indonesia, BlackBerry menegaskan telah banyak berinvestasi, salah satunya untuk pendidikan melalui kerja sama BlackBerry Innovation Center di ITB Bandung,

“Sejauh ini BlackBerry telah menciptakan lebih dari 12.000 pekerjaan di Indonesia,” pungkas Yolanda.